Cara Fermentasi Kotoran Ayam Untuk Pakan Alternatif Lele

Oleh: Kang_Azyz

Cara Fermentasi Kotoran Ayam

Cara Fermentasi Kotoran Ayam

Para peternak ikan lele tentunya sudah tahu bahwa kebutuhan biaya pakan untuk ikan lele menduduki variable tertinggi dibandingkan variable lainnnya. Kebutuhan pakan bisa mencapai 50% – 60% dibandingkan biaya pembelian benih yang hanya berkisar 10% – 20% saja.

Meskipun harga benih mengalami kenaikan, sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah pada budidya lele segment pembesaran, selama peternak bisa membuat pakan alternatif sendiri.

Banyak cara untuk mendapatkan pakan alternatif di sekitar kita.

Pada kesempatan yang lalu saya telah menuliskan tentang cara fermentasi kotoran sapi untuk pakan alternatif ikan lele, nah… pada kesempatan kali ini saya memaparkan tentang pengalaman saya membuat pakan alternatif dari kotoran ayam.

Ide ini muncul ketika saya mengambil ayam tiren di lokasi peternakan ayam potong di daerah saya. Saya perhatikan di bawah kandang banyak kotoran ayam yang menumpuk. Setelah saya amati ternyata banyak beltung yang hidup pada media tersebut. Selain itu, pakan sentrat ayam dari atas kandang banyak yang berjatuhan, bercampur dengan kotoran ayam potong.

Nah…. ini dia yang saya cari, selain sudah ada belatungnya, ditambah lagi dengan sentrat yang tentunya mengandung nutrisi untuk pertumbuhan.

Saya langsung pesan 1 sak, dengan upah Rp.3000 per saknya. Karena dalam hukum Islam, kotoran ternak tidak boleh diperjual belikan, namun dalam hal ini saya membayar upah memasukkan kotoran ayam ke dalam sak dan juga beli saknya, bukan membeli kotoran ayamnya.

Kalau dihitung secara cermat, dengan biaya Rp.3000 mendapatkan kotoran ayam sekitar 30kg, berarti biaya per kg hanya Rp.100. Meskipun beberapa sumber menyebutkan bahwa penggunaan pakan alternatif dari kotoran hewan membutuhkan 1,5 – 2 kali lipat dibandingkan pelet, maka jika 2 kali lipat berarti biaya menjadi Rp.200/kg.

Ditambah biaya fermentasi BIOCATFSIH sekitar Rp.350 per kg kotoran sapi. Jumlah Total = Rp. Rp.550/kg

Sangat murah bukan ???

Fungsi BIOCATFISH dalam fermentasi ini selain sebagai pengurai, juga dapat menghilangkan bau menyengat pada kotoran ayam potong.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Masukkan kotoran ayam ke dalam bak/timba sebanyak 10kg

2. Campurkan BIOCATFISH (BCF) sebanyak 100 ml dengan air sebanyak 5 liter.

3. Siramkan pada kotoran ayam hingga merata dan lembab agak basah.

4. Jika pada awal memang sudah ada belatungnya, wadah tidak perlu ditutup rapat, cukup dibiarkan saja hingga 5 hari.

5. Jika belum ada belatung, wadah ditutup rapat hingga 5 hari baru kemudian dibuka agar lalat bertelur dan muncullah maggot atau belatung.

6. Pakan Fermentasi kotoran ayam siap diberikan ke ikan lele

Untuk membuktikannya, saya coba pakan fermentasi kotoran ayam ini untuk ikan lele yang sudah berumur 1 bulan sejak ditebar, dengan memberikan di pinggir kolam bagian dalam, agar kelihatan jelas apakah lele mau memakannya ataukah tidak. Dan ternyata alhasil lele saya lahap berebut pakan fermentasi kotoran ayam ini.

Namun ada kendala dalam penggunaan pakan fermentasi kotoran ayam ini, beberapa kawan yang telah mencoba mengeluh air kolam yang berbau setelah penggunaan 1 minggu. Cara mengatasinya yaitu dengan mengalirkan air sebanyak 25% – 50% dari debit air kolam, sehingga air lama keluar berganti air baru.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba !!!

Incoming search terms:

Share This Post

Recent Articles

Leave a Reply

 
© 2014 MAHAKAM FARM. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by : Mahakam Farm · Designed by Kang Azyz
You might also likeclose